WhatsApp kini menjadi salah satu aplikasi favorit guna mendukung sistem pembelajaran blended learning dan juga pembelajaran online yang kini diterapkan di hampir seluruh lembaga pendidikan.

Artikel ini mencoba mengeksplorasi penggunaan cara penggunaan grup WhatsApp sebagai platform untuk memperluas pembelajaran di kelas yang menggunakan metode blended learning. 

Ulasan ini juga fokus pada step-step memanfaatkan WhatsApp sebagai pendukung sistem pembelajaran yang diterapkan. Ulasan ini juga akan memberikan panduan bagaimana memaksimalkan WhatsApp sebagai media pembelajaran. Penasaran dengan tipsnya, beriku ulasan detailnya:

Overview Studi Dengan Bantuan Perangkat Seluler

Beberapa penelitian telah menemukan keuntungan penggunaan teknologi seluler dalam pendidikan formal seperti pembelajaran kosakata (Lu, 2008), mengembangkan penulisan ESL (Anjudar, 2016), keunggulan teknis (Bouhnik & Deshen, 2014) dan platform berbagi ide (Ahad & Lim 2014; Man , 2014). 

Akan tetapi, beberapa penelitian juga menemukan implikasi merugikan dari penggunaan pembelajaran seluler. Misalnya, Hunaiyyan et al. (2016) melakukan penelitian di institusi pendidikan tinggi Kuwait dan menemukan bahwa media sosial berbasis video bermanfaat. Namun, mereka melaporkan aspek sosial budaya yang menjadi kendala dalam penerapan mobile learning. Schmitz dkk. (2012) meninjau studi yang mendukung pembelajaran berkolaborasi seluler dari tahun 2004-2011 dan menemukan bahwa tidak ada bukti yang memadai untuk menyimpulkan bahwa seluler meningkatkan hasil pembelajaran.

Demikian pula, hasil dari tinjauan lain studi oleh Cheung dan Hew (2009) mengungkapkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam nilai tes siswa untuk studi yang menggunakan perangkat seluler dan dengan kertas atau pensil. Dampak buruk ponsel ternyata juga terkait dengan masalah kesehatan. Temuan telah memperingatkan tentang radiasi elektromagnetik, gangguan pendengaran dan gangguan psikologis (Block, 2008).

Terlepas dari semua itu, faktanya sebagai akibat dari pandemi, perangkat seluler menjadi salah satu alternatif yang digunakan oleh lembaga pendidikan untuk tetap menjalankan fungsinya, yakni memberikan pembelajaran kepada siswa. Salah satunya adalah penggunaan WhatsApp ini sebagai salah satu perangkat dalam metode pembelajaran Blended Learning.

Bagaimana WhatsApp dapat membantu Anda tetap terhubung selama pandemi virus corona (COVID-19)

Baik Anda mengajar di sekolah atau universitas, pertimbangkan untuk tetap terlibat dengan siswa Anda. Dengan menggunakan WhatsApp sebagai pendukung metode blended learning. Bagaimana kemudian tahapan-tahapan menggunakannya? Berikut tipsnya.

1. Tetap terhubung dengan siswa Anda

Jika Anda belum memiliki nomor telepon siswa, buat tautan grup yang dapat digunakan siswa untuk bergabung dengan grup WhatsApp yang Anda buat. Bagikan tautan melalui email, halaman Facebook Anda, atau saluran non-publik lainnya.

2. Sampaikan pelajaran di WhatsApp

Bagikan pelajaran dalam bentuk pesan teks dan suara. Fasilitasi diskusi antar siswa, seperti yang Anda lakukan secara langsung, dengan membuat grup untuk setiap kelas. Ini merupakan salah satu bentuk penerapan metode blended learning Anda.

3. Mengirim dan menerima tugas

WhatsApp Broadcast

Gunakan menu broadcast list untuk memberikan pekerjaan rumah kepada banyak siswa sekaligus. Hanya kontak yang telah Anda tambahkan ke kontak telepon saja yang akan menerima pesan siaran Anda. Tanggapan juga akan secara langsung bisa dilakukan oleh siswa berkaitan dengan tugas yang Anda berikan.

4. Manfaatkan Fitur Video Call

Gunakan fitur video call WhatsApp untuk mendengarkan presentasi dari siswa Anda, tanggapi dan sekaligus merekam proses tersebut. Bagikan hasilnya ke seluruh siswa.

5. Buat siswa tetap terlibat

Buatlah status untuk selalu mengingatkan siswa mengenai pentingnya belajar atau mengingatkan siswa akan sesi kuliah mereka.

6. Kirim pesan dari komputer Anda

Gunakan WhatsApp Web untuk mengelola pesan dalam jumlah besar dengan cepat dan efisien dari desktop Anda.

Panduan Mengajar Blended Learning dengan WhatsApp

Guru perlu secara konstan dan teratur berhubungan dengan siswa. Dunia digital telah membuka pintu komunikasi instan secara luas. WhatsApp adalah salah satu aplikasi gratis yang dapat Anda manfaatkan dengan beberapa kegiatan inovatif untuk menarik perhatian dan minat siswa. Anda dapat tetap berhubungan dengan siswa / orang tua saya melalui grup Whatsapp kelas. Sebagian besar siswa memiliki ponsel pintar tetapi beberapa lainnya terhubung ke grup kelas dengan ponsel pintar orang tua mereka. WhatsApp adalah media yang sangat baik untuk berkomunikasi dengan siswa di luar kelas. Bahkan, sekarang lebih mudah untuk berbagi teks, gambar, video, audio.

Ini adalah beberapa cara saya menggunakan WhatsApp untuk Pembelajaran Blended Learning:

  • Tambahkan segera siswa yang ketinggalan kelas.
  • Mengirim tugas / pertanyaan berdasarkan teks.
  • Kirim tugas. Melalui WhatsApp Anda dapat mengirimkan pertanyaan beserta tips yang sudah dibahas di kelas.
  • Saat proses menyelesaikan tugas-tugas yang Anda berikan, jika menemui rintangan / kebingungan, mereka dapat menghubungi melalui grup. 
  • Anda harus menggunakan grup WhatsApp untuk mengingatkan tenggat waktu mengenai (a) mengirimkan tugas (b) mempersiapkan ujian (c) detail dan tanggal ujian. Pengingat ini diperlukan terutama selama akhir pekan dan hari libur.
  • WhatsApp adalah sarana yang bagus untuk berbagi gambar dan video.
  • Informasi jelas tentang kontak WhatsApp sangat penting untuk diketahui. 
  • Komentari tugas siswa di grup. 
  • Selanjutnya, Anda juga dapat menggunakan WhatsApp untuk mengirimkan informasi / pertanyaan menarik tentang topik di luar topik. 

Karena siswa sudah lama terhubung dengan platform komunikasi digital, sangat penting untuk menetapkan aturan dasar seperti berikut ini yang harus diikuti dengan ketat:

  1. Tidak ada pesan selamat pagi / selamat malam
  2. Tidak ada pesan pribadi.
  3. Dilarang mengirim  informasi / pesan tidak relevan 
  4. Dilarang memberikan informasi mengenai jawab tugas antara satu kelompok dengan kelompok lain. 

Perhatian: WhatsApp dapat mengganggu siswa. Godaan untuk mengobrol dengan teman dapat menggantikan penggunaannya untuk ‘tujuan pendidikan’. Siswa perlu menyadari hal ini dan orang tua serta guru harus membantu siswa menggunakan ponsel pintar secara efektif untuk metode pembelajaran yang inovatif.

Demikianlah tips menggunakan WhatsApp sebagai perangkat pembelajaran blended learning. Bagaimana dengan Anda, sudahkah menerapkan aturan tersebut?