Anak Belajar-Pandemi penyakit (COVID-19) bagaimanapun juga telah mengubah cara hidup keluarga di seluruh dunia. Penutupan sekolah, bekerja dari jarak jauh, menjaga jarak secara fisik – banyak hal yang harus dimanajemen oleh orang tua. Kepala Pendidikan Global UNICEF, Robert Jenkins menawarkan lima cara untuk membantu Anda, bagaimana menjaga pendidikan anak-anak tetap berkualitas meskipun harus belajar  di rumah.

Baca juga 7 Cara Belajar Efektif Saat Harus Belajar di Rumah

1. Rencanakan rutinitas bersama

Cobalah untuk menetapkan rutinitas yang mempertimbangkan program pendidikan yang sesuai dengan usia Anak Belajar yang dapat diikuti secara online, di televisi atau melalui radio. Juga, pertimbangkan waktu bermain dan waktu untuk membaca. Gunakan aktivitas sehari-hari sebagai kesempatan belajar bagi anak-anak Anda. Dan jangan lupa untuk menyusun rencana ini bersama jika memungkinkan.

Meskipun menetapkan rutinitas dan struktur sangat penting bagi anak-anak dan remaja, pada saat-saat ini Anda mungkin memperhatikan anak-anak Anda membutuhkan beberapa tingkat kelenturan. Ubah aktivitas Anda. Jika anak Anda tampak gelisah dan gelisah saat Anda mencoba mengikuti program pembelajaran online bersama mereka, alihkan ke opsi yang lebih aktif.

2. Lakukan percakapan terbuka

Anak Belajar-Dorong anak Anda untuk mengajukan pertanyaan dan mengungkapkan perasaan mereka kepada Anda. Lebih bersabarlah dan pengertian, ingat bahwa anak-anak terkadang memiliki reaksi berbeda terhadap stres. Mulailah dengan mengundang anak Anda untuk membicarakan masalah tersebut. Cari tahu seberapa banyak yang sudah mereka ketahui dan ikuti langkah mereka. Diskusikan praktik kebersihan yang baik. Anda dapat menggunakan momen sehari-hari untuk menegaskan pentingnya hal-hal seperti mencuci tangan secara teratur dan menyeluruh. Menggambar, cerita, dan aktivitas lain mungkin membantu membuka diskusi.

Cobalah untuk tidak meminimalkan atau menghindari kekhawatiran mereka. Pastikan untuk mengakui perasaan mereka dan yakinkan mereka bahwa wajar untuk merasa takut tentang hal-hal ini. Tunjukan perhatian Anda, serta pastikan bahwa Anda mendengarkan mereka, selain itu telitilah dengan benar pemahaman mereka terhadap apa yang Anda dan guru mereka. Peringatkan mereka tentang berita palsu dan dorong mereka – dan ingatkan diri Anda – untuk menggunakan sumber informasi terpercaya seperti panduan UNICEF.

3. Luangkan waktu Anda

Mulailah dengan sesi Anak Belajar yang lebih singkat dan buatlah lebih lama. Jika tujuannya adalah agar anak-anak betah mengikuti sesi pembelajaran dalam kurun waktu 30 – 45 menit, mulailah dari 10-15 lebih terlebih dahulu, lalu tingkatkan sedikit demi sedikit. Dalam satu sesi, gabungkan waktu online atau layar dengan aktivitas atau latihan offline. Sehingga anak belajar secara efektif.

4. Lindungi anak-anak saat online

Platform digital memang memberikan kesempatan kepada Anak Belajar agar dapat terus belajar, berhubungan dengan teman dan bermain. Tetapi peningkatan akses online membawa risiko yang lebih tinggi untuk keamanan, perlindungan, dan privasi anak-anak. Diskusikan internet dengan anak-anak Anda sehingga mereka tahu cara kerjanya, apa yang perlu mereka waspadai, dan seperti apa perilaku yang pantas di platform yang mereka gunakan, seperti video call.

Tetapkan aturan bersama tentang bagaimana, kapan dan dimana internet dapat digunakan Anak Belajar. Siapkan kontrol orang tua di perangkat mereka untuk mengurangi risiko online, terutama untuk anak-anak yang lebih kecil. Identifikasi alat online yang sesuai untuk rekreasi bersama – organisasi seperti Common Sense Media menawarkan saran untuk aplikasi, game, dan hiburan online lainnya yang sesuai dengan usia. Jika terjadi penindasan maya atau insiden konten yang tidak pantas secara online, kenali sekolah dan mekanisme pelaporan lokal lainnya, simpan sejumlah saluran bantuan dan hotline dukungan.

5. Tetap berhubungan dengan fasilitas pendidikan anak Anda

Cari tahu cara tetap berhubungan dengan guru atau sekolah anak Anak Belajar Anda untuk tetap mendapat informasi, mengajukan pertanyaan, dan mendapatkan lebih banyak panduan. Kelompok orang tua atau kelompok komunitas juga bisa menjadi cara yang baik untuk saling mendukung dengan home schooling Anda.

Demikianlah beberapa tip dari UNICEF untuk membantu Anak Belajar  selama masa pandemi. Bagaimana dengan Anda? Sudahkah, menerapkannya?